Senin, 08 April 2019

Pengertian, Kelemahan, Kelebihan dan Pelaksanaan Model Pembelajaran Take and Give


TAKE AND GIVE

      A.    Pengertian Model Pembelajaran Take and Give
Model Pembelajaran menerima dan memberi (Take and Give) merupakan model pembelajaran yang memiliki sintaks, menuntut siswa mampu memahami materi pelajaran yang diberikan  guru dan teman sebayanya (siswa lain).
Kelebihan :
  1.    Siswa akan lebih cepat memahami penguasaan materi dan informasi karena mendapatkan informasi dari      guru dan siswa yang lain.
  2.         Dapat menghemat waktu dalam pemahaman dan  penguasaan siswa akan informasi.
Kelemahan:
  1. Bila informasi yang disampaikan siswa kurang tepat (salah) maka informasi yang diterima siswa lain pun akan kurang tepat.

Langkah-langkah Umum

      1.Guru menyiapkan kelas sebagaimana mestinya.
2. Guru menjelaskan materi sesuai kompetensi yang sudah direncanakan selama 45 menit.
3. Untuk memantapkan penguasaan siswa akan materi yang sudah dijelaskan, setiap siswa diberikan satu kartu untuk dipelajari (dihapal) selama 5 menit.
4. Kemudian guru meminta semua siswa berdiri dan mencari teman pasangan untuk saling menginformasikan materi yang telah diterimanya. Tiap siswa harus mencatat nama teman pasangannya pada kartu yang sudah diberikan.
5. Demikian seterusnya sampai semua siswa dapat saling memberi dan menerima materi masing-masing (take and give).
6. Guru mengevaluasi keberhasilan model pembelajaran take and give dengan memberikan siswa pertanyaan yang tidak sesuai dengan kartunya (kartu orang lain).
7. Guru dan siswa membuat kesimpulan bersama mengenai materi pelajaran.
8. Guru menutup pelajaran.

Lirik Lagu Gugur Bunga

Gugur Bunga
Penulis lagu: Ismail Marzuki
Betapa hatiku takkan pilu
Telah gugur pahlawanku
Betapa hatiku takkan sedih
Hamba ditinggal sendiri
Siapakah kini pelipur lara
Nan setia dan perwira
Siapakah kini pahlawan hati
Pembela bangsa sejati
Telah gugur pahlawanku
Tunai sudah janji bakti
Gugur satu tumbuh seribu
Tanah air jaya sakti
Gugur bungaku di taman hati
Di haribaan pertiwi
Harum semerbak menambahkan sari
Tanah air jaya sakti

Lirik Lagu Hymne Guru

Lirik Lagu Hymne Guru
Ciptaan Sartono


Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru

Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku

Semua baktimu akan ku ukir di dalam hatiku

S'bagai prasasti t'rima kasihku tuk pengabdianmu

Engkau bagai pelita dalam kegelapan 

Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan

Engkau patriot pahlawan bangsa

Tanpa tanda Jasa

Lirik Lagu Tanah Airku

Tanah Airku
Ciptaan Ibu Sud
Tanah air ku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak kan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai
Walaupun banyak negeri kujalani
Yang masyhur permai dikata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Di sanalah ku rasa senang
Tanah ku tak kulupakan
Engkau kubanggakan
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargaiKuhargai

Lirik Lagu Indonesia Raya

Lirik Lagu Indonesia Raya

Indonesia
Tanah Air ku
Tanah Tumpah Darah ku
Di sana lah aku berdiri
Jadi pandu Ibuku
Indonesia Kebangsaan ku
Bangsa dan Tanah Air ku
Marilah kita berseru:
Indonesia bersatu!
Hiduplah tanahku
Hiduplah negeriku
Bangsaku Rakyatku
Semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya
Indonesia Raya
Merdeka! Merdeka!
Tanah ku Negeriku
Yang ku cinta
Indonesia Raya
Merdeka! Merdeka!
Hiduplah
Indonesia Raya

Instrumen Penelitian


 Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian menjelaskan semua alat pengambilan data yang digunakan, proses pengumpulan data, dan teknik penentuan kualitas instrumen  (validitas dan reliabilitas). Karena itu instrumen penelitian sebelum digunakan untuk mengambil data terlebih dahulu harus diujicobakan pada siswa di luar kelas penelitian, dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh instrumen tes yang akan digunakan, sesuai standar instrumen atau tidak. 
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa soal obyektif  sebanyak 30 soal pilihan ganda dengan bentuk analisis kasus. Budiyono  (2011: 23), menjelaskan tes bentuk pilihan ganda terdiri dari batang tubuh yang  berupa suatu pernyataan, atau pernyataan yang belum lengkap, atau suatu  peryataan, yang diikuti oleh sejumlah kemungkinan jawaban. Batang tubuh tadi  disebut stem. Kemungkinan  jawaban disebut option. Option merupakan jawaban  yang benar disebut kunci (key) dan option-option yang bukan kunci jawaban  disebut pengecoh.
Langkah-langkah dalam penyusunan butir soal adalah sebagai berikut:
1.         Soal Membuat kisi-kisi;
2.         Menyusun soal-soal tes beserta kuncinya;
3.         Menelaah butir soal tes;
4.         Merevisi butir soal tes;
5.         Mengadakan uji coba tes;
6.         Menguji reliabilitas, validitas, daya pembeda dan tingkat kesukaran;
7.         Menentukan butir tes yang digunakan.
Instrumen tersebut terlebih dahulu diuji cobakan sebelum digunakan sehingga  didapatkan instrumen yang baik. Uji ini coba ini merupakan validitas, reabilitas,  tingkat kesukaran dan daya pembeda.
a.     Uji validitas
Menurut Arikunto (2009: 64) bahwa validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat  kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Suatu instrumen yang valid atau sahih  mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya, instrumen yang kurang valid berarti  memiliki validitas rendah.
1)        Validitas isi
              Langkah-langkah yang dilakukan dalam uji validitas isi meliputi tahap  membuat kisi-kisi butir tes. Kriteria penelaahan dalam uji validitas ini meliputi :
1.      Butir soal sesuai dengan kisi-kisi soal;
2.      Materi  pada butir soal dapat dipahami oleh siswa;
3.      Kalimat soal dapat dipahami oleh siswa;
4.      Kalimat soal tidakmenimbulkan penafsiaran ganda;
5.      Butir tes tidak termasuk dalam kategori soal yang terlalu mudah atau  terlalu  sukar.
2)        Validitas butir tes
            Menurut Budiyono (2003: 59) menyatakan bahwa untuk menilai apakah  suatu instrumen mempunyai validitas yang tinggi, yang biasanya dilakukan  adalah melalui expert judgement (penilaian yang dilakukan oleh para pakar).  Langkah berikutnya adalah para penilai menilai apakah masing-masing butir tes  yang telah disusun cocok atau relevan dengan kisi-kisi yang ditentukan.
            Sedangkan menurut Arikunto (2009: 72-73) untuk mengetahui validitas  butir soal digunakan rumus korelasi product moment sebagai berikut.         
                        
            Keterangan:
                 r xy = Koefisien kolerasi antara variabel x dan variabel y dua variabel yang dikolerasikan
       N     = Banyaknya subjek yang dikenai Instrumen
       X     = Skor untuk butir ke-i (dari subjek uji coba)
       Y      = Total skor (dari subjek uji coba)
              Instrument tersebut dikatakan Valid apabila rxy > 0,497  dilihat pada tabel Product Moment dengan N = 16 dan taraf signifikan 5%.
b.        Uji reliabilitas
Menurut Sugiyono (2008: 121) “instrumen yang reliabel adalah instrumen  yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan  menghasilkan data yang sama”. Pada penelitian ini peneliti menggunakan tes  objektif  denganpenilaian setiap jawaban benar  diberi skor 1 dan jawaban yang  salah diberi skor  0. Dalam penelitian ini dihitung menggunakan rumus Kuder-Richardson dengan KR-20.
Keterangan :
r11    = reliabilitas tes secara keseluruhan
n     = banyaknya item
S     = standar deviasi dari tes (standar deviasi adalah akar varians)
p     = proporsi subjek yang menjawab item dengan benar
q     = proporsi subjek yang menjawab item dengan salah (1-p)
     Arikunto (2009: 100-101)
Instrumen dikatakan reliabel jika r11 ≥ rtabel dengan α = 5% (Arikunto,  2009: 101). Setelah dilakukan uji reliabilitas pada 30 butir  soal didapatkan indeks  reliabilitas 0,89maka r11 > 0,70 yang artinya bahwa soal uji coba tersebut adalah  reliabel.
c.      Daya Pembeda Soal
            Menurut Arikunto (2009: 211) “Daya pembeda soal adalah kemampuan  sesuatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai (berkemampuan  tinggi) dengan siswa yang berkemampuanrendah. “Angka yang menunjukkan  besarnya daya pembeda disebut indeks diskriminasi, disingkat D (d besar).  Seluruh pengikut tes dikelompokkan menjadi 2 kelompok yaitu kelompok pandai  atau kelompok atas (upper group) dan kelompok bodoh atau kelompok bawah  (lower group).
            Arikunto (2009: 213) menyatakan daya pembeda butir soal dihitung dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:
Keterangan :
       D       = indeks daya pembeda
BA       = banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal itu dengan benar
BB       = banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal itu dengan benar
JA        = banyaknya peserta kelompok atas
       JB        = banyaknya peserta kelompok bawah
PA      = Proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar (ingat, P sebagai   indeks kesukaran)
PB      = Proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab benar.
Klasifikasi daya pembeda:
D = 0,00 – 0,20 : jelek (poor)
D = 0,21 – 0,40 : cukup (satistifactory)
D = 0,41 – 0,70 : baik (good)
D = 0,71 – 1,00 : baiksekali (excellent)
D = negatif, semuanya tidak baik
            Butir-butir soal yang digunakan adalah butir-butir soal yang mempunyai Indeks daya pembeda lebih dari 0,40 (D > 0,40).
d.      Tingkat Kesukaran Soal
        Tingkat kesukaran soal adalah peluang untuk menjawab benar soal pada  tingkat kemampuan tertentu yang biasa dinyatakan dengan indeks. Indeks ini  biasa dinyatakan dengan proporsi yang besarnya antara 0,00 sampai dengan  1,00.
        Cara melakukan analisis untuk menentukan tingkat kesukaran soal adalah dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
P = B/JS
Keterangan:
P     = indeks kesukaran
B     = banyaknya siswa yang menjawab soal itu dengan betul
JS   = jumlah seluruh siswa peserta tes
            Menurut Arikunto (2009: 208) bahwa ketentuan yang sering diikuti, indeks kesukaran sering diklasifikasikan sebagai berikut:
a.    Soal dengan P 0,00 sampai 0,30 adalah soal sukar
b.    Soal dengan P 0,31sampai 0,70 adalah soal sedang
c.    Soal dengan P 0,71 sampai 1,0 adalah soal mudah                     
Sejalan dengan pernyataan di atas, Arikunto (2009: 207) menyatakan bahwa soal yang dianggap baik, yaitu soal-soal sedang, adalah soal-soal yang mempunyai indeks kesukaran 0,31 sampai dengan 0,70.